BPSDM ESDM Susun Kurikulum Pendidikan Vokasi Dan Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor ESDM

 

PADANG – Dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM), Djadjang Sukarna bertemu dengan para pengajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Geologi dan Pertambangan se-Sumatera Barat dan sekitarnya. BPSDM mendukung kebijakan strategis ESDM melalui pengembangan SDM di sektor ESDM sesuai instruksi Presiden tersebut.

“Hal ini dilakukan guna menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan” tegas Djadjang. Saat membuka acara Forum komunikasi Badan Pengembangan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) dan Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Geologi dan Pertambangan Se-Sumatera Barat dan sekitarnya, di Padang Kamis (2/2).

Djadjang menjelaskan, Inpres Nomor 9 Tahun 2016 untuk Menteri ESDM agar dapat  meningkatkan akses sertifikasi lulusan SMK yang terkait dengan bidang ESDM, menyusun proyeksi pengembangan, jenis kompetensi, dan lokasi industri ESDM yang terkait dengan lulusan SMK, mendorong industri energi untuk memberikan akses magang yang lebih luas di sektor ESDM bagi siswa SMK dan tenaga kependidikan SMK serta mempercepat penyelesaian SKKNI.

Presiden Republik Indonesia dalam instruksinya telah meminta kepada Menteri Kabinet Kerja, Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian dan Gubernur untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk merevitalisasi SMK guna meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia serta menyusun peta kebutuhan tenaga kerja bagi lulusan SMK sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing dengan berpedoman pada peta jalan pengembangan SMK.

Khusus kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral empat hal, pertama meningkatkan akses sertifikasi lulusan SMK yang terkait dengan bidang energi dan sumber daya mineral, kedua, menyusun proyeksi pengembangan, jenis, kompetensi (job title), dan lokasi industri energi yang terkait dengan lulusan SMK, ketiga mendorong industri energi untuk memberikan akses yang lebih luas bagi siswa SMK untuk melakukan PKL dan magang bagi pendidik dan tenaga kependidikan SMK dan yang keempat mempercepat penyelesaian Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.

BPSDM berkomitmen dalam mendukung kebijakan strategis ESDM melalui pengembangan SDM di bidang Ketenagalistrikan, bidang Geominerba, bidang Energi Baru Terbaru, bidang Panas Bumi dan bidang Minyak dan Gas Bumi (Migas). “Untuk penyiapan operator–operator disektor ESDM kami akan memfasilitasi dengan pelatihan-pelatihan agar dapat diterima di dunia kerja” jelas Djadjang.

Terkait pengembangan vokasi dan pelatihan berbasis kompetensi, BPSDM akan menjangkau enam sasaran di tahun Anggaran 2017 ini. Enam sasaran tersebut yaitu :

  1. Menyusun kurikulum untuk pendidikan (termasuk perbaikan kurikulum SMK sektor ESDM) dan pelatihan berbasis kompetensi sektor ESDM vokasi;
  2. Menyusun kurikulum diklat berbasis kompetensi pada jenjang Operator di sektor ESDM;
  3. Perubahan STEM Akamigas menjadi Politeknik Akamigas dan melaksanakan Program Pendidikan Diploma I, III, dan IV;
  4. Menyiapkan bahan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sektor ESDM;
  5. Menyiapkan rancangan peraturan Menteri ESDM tentang mandatori bagi industri sektor ESDM untuk memberikan kesempatan magang pada lulusan vokasi dan
  6. Penguatan Lembaga Akreditasi Pelatihan dan lembaga sertifikat personil sektor ESDM.

Selanjutnya kepada seluruh peserta forum yang hadir Djadjang mengajak seluruh yang hadir dapat memberitahukan dan menginformasikan mengenai kurikulum yang sudah diajarkan terhadap anak didik di sekolah. Saat ini BPSDM ESDM juga akan membuka Politeknik Akamigas untuk Jenjang Diploma I, III dan IV yang bisa diikuti oleh lulusan SMK. (VG)