Ridwan Kamil : “Cintai Apa Yang Kamu Kerjakan, Kerjakan Apa Yang Kamu Cintai”

BANDUNG – Ridwan Kamil, Walikota Bandung berkesempatan berbagi pengalaman kepada seluruh pegawai di lingkungan Kementerian ESDM dalam acara One Hour University (OHU) di PPSDM Aparatur, Bandung, Rabu (1/3).

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengawali sesinya dengan mengatakan “Cintai Apa Yang Kamu Kerjakan, Kerjakan Apa Yang Kamu Cintai.” Menurutnya, semua pencapaian yang diraih saat ini karena kecintaannya terhadap Kota Bandung.  Kalimat tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat kepada seluruh pegawai KESDM yang hadir, dengan mencintai pekerjaan maka kita akan terus selalu berinovasi dan berkarya. Ketika menata Kota Bandung, ia ingin kota tersebut bisa maju dari segi infrastruktur, perekonomian dan indeks kebahagiaan warga.

Kang Emil sebagai seorang pemimpin menjelaskan bahwa pemimpin yang baik harus bisa menjadi teladan. Seorang pemimpin harus bisa membawa perubahan dan bisa mengakselerasi kemajuan. “Menjadi pemimpi harus multidimensi, bisa menginspirasi dan mendorong. Juga harus terjun ke lapangan dan berada di tengah-tengah pasukan, ujungnya dikunci dengan teknologi,” jelasnya.

Melalui penggunaan teknologi, kontrol terhadap kegiatan birokrasi menjadi lebih terarah karena langsung bisa tersambung kepada warga. Ia menjelaskan bahwa dengan aplikasi e-budgeting, APBD Kota Bandung bisa hemat Rp 1 Triliun. Untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai dan meningkatkan kreatifitas, diterapkan sistem reward dan punishment, penerapan e-RK(elektronik Renumerasi Kinerja), tunjangan kerja dinamis, tunjangan kinerja berbasis inovasi sehingga tiap orang berkesempatan untuk berkreasi dan berinovasi, tidak hanya dari pimpinan.

Selama kurang lebih 3,5 tahun, ia sudah menerima sekitar 200 penghargaan dan menciptakan berbagai program untuk masyarakat. Diantaranya, 400 layanan publik berbasis online, produksi berita lebih dari 200 berita seluruh instansi sebagai informasi kepada warga, program makan malam bersama warga miskin setiap Jumat malam, pengajian rutin bersama ulama, membentuk 8 kelompok penasehat walikota , forum Corporate Social Responsibility dan lainnya.

Berkat kerja kerasnya, Kota Bandung saat ini menduduki peringkat pertama nasional untuk pelayanan publik dari Kemenpan-RB. Dari 500 kota kabupaten yang mendapat raport A nilai 80 hanya kota Bandung, padahal dulu nilainya hanya 55. Dan berdasarkan raport pelayanan publik Ombudsman, yang dulunya merah semua sekarang sudah hijau. "Karena sebuah proses yang kita lakukan tidak akan membohongi hasil, demikian sebaliknya,"pungkasnya. (rwp)